Fenomena Buntu Suwangan Kembali Jeda Petani Tirtohargo
NOVITA PUTRI SETYOWATI 13 Agustus 2026 12:45:28 WIB
TIRTOHARGO – Fenomena alam "Buntu Suwangan" atau tersumbatnya muara Sungai Opak oleh material pasir laut kembali menjadi momok menakutkan bagi para petani di Kalurahan Tirtohargo. Memasuki hari kedua sejak fenomena ini kembali terjadi, luapan air sungai dilaporkan telah merendam puluhan hektare lahan pertanian warga, terutama komoditas bawang merah dan padi yang siap masuk masa krusial.
Penyumbatan ini mengakibatkan aliran air Sungai Opak menuju laut lepas terhambat total. Akibatnya, volume air berbalik arah dan meluap ke kawasan lahan pertanian dataran rendah yang berada di sepanjang bantaran sungai.
Sempat Teratasi, Alam Berkehendak Lain
Pemerintah Kalurahan Tirtohargo bersama dinas terkait sebenarnya telah bergerak cepat merespons ancaman ini sejak awal. Satu unit alat berat (ekskavator) sempat diterjunkan ke lokasi suwangan (muara) untuk mengeruk gundukan pasir yang menyumbat.
Aksi tanggap darurat tersebut juga dibantu penuh oleh puluhan warga dan petani setempat secara manual. Gotong royong membuang material pasir dan sampah muara sempat membuahkan hasil, di mana air sungai mulai berangsur surut.
"Kemarin sudah sempat jebol dan air mulai mengalir lancar ke laut setelah kita kerahkan alat berat dan kerja bakti warga. Tapi cuaca dan gelombang pasang semalam membuat pasir laut kembali menutup muara secara total. Hari ini, suwangan buntu lagi," ujar salah satu perwakilan warga di lokasi.
Ancaman Gagal Panen Petani Bawang Merah dan Padi
Kembalinya fenomena buntu suwangan ini memicu kekhawatiran besar di kalangan petani Tirtohargo. Pasalnya, genangan air yang sudah berlangsung selama dua hari berturut-turut ini berpotensi merusak tanaman bawang merah yang sangat rentan terhadap pembusukan akar akibat kelebihan air. Begitu pula dengan tanaman padi yang terancam rusak jika terendam terlalu lama.
Jika penanganan tidak segera membuahkan hasil permanen, para petani terancam mengalami kerugian material yang tidak sedikit hingga ancaman gagal panen total (fuso).
Upaya Lanjutan dan Harapan Warga
Saat ini, Pemerintah Kalurahan Tirtohargo terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi jangka pendek guna membuka kembali sumbatan muara secepat mungkin. Mengingat fenomena ini kerap berulang akibat faktor alam (arus bawah laut dan angin), warga berharap adanya kajian teknis yang lebih permanen di masa depan agar suwangan Sungai Opak tidak terus-menerus tersumbat dan merugikan sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian warga Tirtohargo.
Komentar atas Fenomena Buntu Suwangan Kembali Jeda Petani Tirtohargo
Formulir Penulisan Komentar
Pengumuman
Mbangun Desa
Video
Tautan Website
Kantor Desa Tirtohargo
Instrumen
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Fenomena Buntu Suwangan Kembali Jeda Petani Tirtohargo
- Pengumuman Rencana Pengadaan Barang dan Jasa Tahun Anggaran 2026
- Tingkatkan Akuntabilitas, Pemerintah Kalurahan Tirtohargo Hadiri Gelar Pengawasan Daerah BPKP
- Pelatihan Ecoprint dan Jahit Produk Turunan di Dusun Baros
- Sambut Bantul Creative Expo 2026, Kelompok Ecoprint Baros Siapkan Produk Unggulan
- Tirtohargo Perkuat Pengawasan dan Restocking Ikan Lokal di Kawasan Baros
- Perkuat Akuntabilitas Anggaran, Pemkal Tirtohargo Ikuti Pembekalan BPKPAD Bantul
Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License

















