Gareng Sinau dan Jaringan Kepemudaan Dorong Ruang Aspirasi di Tirtohargo

NOVITA PUTRI SETYOWATI 29 Juni 2026 10:07:51 WIB

TIRTOHARGO – Pemerintah Kalurahan Tirtohargo terus berkomitmen mendukung ruang-ruang dialog yang inklusif demi kemajuan wilayah. Hal ini dibuktikan dengan partisipasi aktif jajaran kalurahan dalam kegiatan Group Discussion (GD) lintas sektor yang diinisiasi oleh kolaborasi Jemput Suara, Yakkum Emergency Unit (YEU), dan Parlemen Muda pada Minggu (28/06/2026).

Bertempat di ruang pertemuan lokal, diskusi terumpun ini juga menghadirkan komunitas inklusi Gareng Sinau, sebuah gerakan lokal yang fokus pada pemberdayaan, ruang belajar, dan advokasi hak-hak kelompok disabilitas serta rentan di masyarakat.

Kegiatan Group Discussion ini dirancang sebagai wadah untuk memetakan tantangan, kebutuhan, serta aspirasi warga yang selama ini jarang tersampaikan dalam forum formal. Kehadiran YEU membawa perspektif kuat mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana yang inklusif dan perlindungan kelompok rentan. Sementara itu, Parlemen Muda berperan memfasilitasi bagaimana aspirasi warga, khususnya pemuda dan kaum marginal, dapat dikonversi menjadi gagasan kebijakan yang konkret.

Diskusi berjalan hangat dan interaktif. Perwakilan dari Gareng Sinau secara aktif membagikan pengalaman lapangan mengenai aksesibilitas layanan publik, ruang edukasi, serta pentingnya pelibatan penuh kelompok disabilitas dalam setiap perencanaan pembangunan di tingkat kalurahan.

Pemerintah Kalurahan Tirtohargo menyambut baik poin-poin rekomendasi yang dihasilkan dalam diskusi ini. Melalui keterangannya, pihak kalurahan menegaskan bahwa masukan dari komunitas seperti Gareng Sinau dan pemikiran kritis dari Parlemen Muda adalah vitamin bagi pembangunan desa.

"Kami sangat mengapresiasi forum yang diinisiasi oleh YEU dan Parlemen Muda. Hasil diskusi hari ini memberikan kami sudut pandang yang lebih luas. Kalurahan Tirtohargo berkomitmen untuk memastikan bahwa pembangunan ke depan harus ramah untuk semua pihak, tanpa ada satu pun warga yang tertinggal" ujar perwakilan Pemerintah Kalurahan Tirtohargo.

Melalui Group Discussion ini, diharapkan tercipta sinergi yang berkelanjutan antara akademisi, organisasi kemanusiaan, parlemen muda, komunitas difabel, dan pemerintah.

Acara yang berlangsung produktif dari pagi hingga siang hari ini diakhiri dengan perumusan draf rekomendasi bersama yang nantinya akan dikawal oleh Parlemen Muda sebagai bahan advokasi dan program tindak lanjut di Kalurahan Tirtohargo. 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
Isikan kode Captcha di atas
 
Kebijakan Privasi

Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License