Pengabdian Masyarakat UPN, AKA, dan AKSA di Kalurahan Tirtohargo

NOVITA PUTRI SETYOWATI 29 Juni 2026 09:18:59 WIB

TIRTOHARGO – Kelompok pengrajin kain ramah lingkungan "Estuari Ecoprint" Dusun Baros, Kalurahan Tirtohargo, menerima suntikan ilmu dan pendampingan baru. Pada Jumat (26/06/2026), kolaborasi civitas akademika dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Akademi Komunitas Tekstil Akademi Komunitas Ak tekstil (AKA), serta Akademi Komunitas Seni dan Budaya (AKSA) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) lintas disiplin di sekretariat kelompok setempat.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas estetika produk, serta penguatan manajemen usaha Kelompok Estuari Ecoprint yang selama ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kreatif berbasis lingkungan di kawasan pesisir Baros.

Hadirnya tiga institusi pendidikan ini membawa warna dan fokus pendampingan yang saling melengkapi:

  • Aspek Teknik & Material (AKA): Memberikan edukasi mendalam mengenai standardisasi pemilihan kain, fiksasi warna alami agar lebih tahan lama, serta teknik mordanting yang lebih efisien agar hasil cetakan daun (ecoprint) lebih tajam dan tidak mudah pudar.

  • Aspek Estetika & Desain (AKSA): Mendampingi para anggota kelompok dalam mengeksplorasi komposisi tata letak daun (komposisi visual) serta diversifikasi produk fashion yang lebih modern dan bernilai seni tinggi.

  • Aspek Manajemen & Pemasaran Digital (UPN): Memberikan pelatihan mengenai pembukuan keuangan sederhana, strategi branding produk "Estuari", hingga optimalisasi media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar.

Lurah Tirtohargo menyambut baik adanya sinergi yang konsisten dari pihak perguruan tinggi terhadap potensi lokal di Baros. Melalui keterangannya, perwakilan Pemerintah Kalurahan Tirtohargo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya.

"Kami sangat berterima kasih atas perhatian dari UPN, AKA, dan AKSA. Kelompok Estuari Ecoprint Baros ini memiliki potensi luar biasa karena sejalan dengan konsep kawasan wisata hijau Baros. Dengan adanya sentuhan ilmu dari para pakar, kami berharap produk lokal Tirtohargo bisa naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas," ujarnya.

Ketua Kelompok Estuari Ecoprint Baros mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan banyak evaluasi sekaligus inovasi baru bagi produksi mereka.

"Selama ini kami belajar banyak secara otodidak dan berdasarkan pengalaman. Kedatangan bapak-ibu dosen hari ini membuka mata kami tentang banyak detail teknis yang ternyata bisa membuat kain ecoprint kami jauh lebih berkualitas dan bernilai jual tinggi," ungkapnya dengan penuh semangat.

Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore hari tersebut ditutup dengan praktik langsung bersama (workshop) pembuatan ecoprint menggunakan teknik terbaru, serta sesi foto bersama dengan memamerkan hasil karya kolaboratif yang dibuat selama kegiatan berlangsung.

Dengan adanya pengabdian masyarakat yang terintegrasi ini, diharapkan Kelompok Estuari Ecoprint Baros tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga mampu menjadi pusat edukasi kerajinan ramah lingkungan yang menginspirasi wilayah lain. 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
Isikan kode Captcha di atas
 
Kebijakan Privasi

Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License